Monday, October 3, 2016

Penjumlahan Gasing Bagian Pertama

Penjumlahan Gasing.


     Penjumlahan gasing adalah penjumlahan dengan cara cepat, kita akan merubah membaca angka menjadi seperti membaca bahasa. Syarat yang harus dimiliki untuk melakukan penjumlahan gasing adalah sebagai berikut:
1. Memahami angka.
2. Hafal penjumlahan kurang dari 20,

Langkah Pertama:
Sebelum kita menjumlahkan kita harus terlebih dahulu menghapal pasangan 10 (sepuluh), yaitu berapa ditambah berapa sama dengan sepuluh (...?...+...?... = 10) dan angka itu adalah :

   Untuk memudahkan penghafalan pasangan angka jumlah 10 dapat dilakukan dengan dua cara. yang pertama dapat dilakukan dengan cara mengingat/ penghafalan INITIAL (S = S, D = D, T = T, E = E, L = L).


  Pasangan 10 ( Sepuluh ) Hanya berlaku di indonesia
    • 1 + 9 = 10 )    Satu dan Sembilan.    Initials   ( S dan S )
    • 2 + 8 = 10 )    Dua dan Delapan        Initials   ( D dan D )
    • 3 + 7 = 10 )    Tiga dan Tujuh           Initials   ( T dan T )
    • 4 + 6 = 10 )    Empat dan Enam       Initials   ( E dan E )
    • 5 + 5 = 10 )    Lima dan Lima           Initials   ( L dan L )

    Cara kedua adalah dengan mengajak langsung murid menyebut kan lawan dari pasangan yang anda sebutkan misalkan anda menyebutkan angka satu berarti murid akan menyebutkan pasangan dari satu yaitu sembilan.

    Lanjutkan dengan angka yang lain secara acak dan sebutkan berulang-ulang (drill) dan acak sampai ingat.

    Fungsi dari pasangan 10 ini adalah untuk memudahkan murid dalam perhitungan penjumlahan atau pengurangan.

    Menghafal pasangan 10 penting untuk anak dalam materi penjumlahan dan pengurangan selanjutnya. Lakukan drill cukup 30 menit.

    Langkah kedua:
    Ajak murid menghafal pasangan 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17 dan 18 dengan cara acak dan drill. Lakukan drill  30 menit.


    Yuk kita mulai ajari anak/murid anda menghafal pasangan  kurang dari 20

    Logaritma


    Soal logaritma dan contoh pembahasan kelas 10 SMA.

    Soal No. 1
    Ubah bentuk pangkat pada soal-soal berikut menjadi bentuk logaritma:
    a) 23 = 8
    b) 54 = 625
    c) 72 = 49

    Pembahasan
    Transformasi bentuk pangkat ke bentuk logaritma:
    Jika ba = c, maka blog c = a
    a) 23 = 8  2log 8 = 3
    b) 54 = 625
     5log 625 = 4
    c) 72 = 49
     7log 49 = 2

    Soal No. 2
    Tentukan nilai dari:
    a) 2log 8 + 3log 9 + 5log 125
    b) 2log 1/8 + 3log 1/9 + 5log 1/125

    Pembahasan
    a) 2log 8 + 3log 9 + 5log 125
    2log 23 + 3log 32 + 5log 53 = 3 2log 2 + 2 3log 3 + 3 5log 5
    = 3 + 2 + 3 = 8

    b) 2log 1/8 + 3log 1/9 + 5log 1/125
    2log 2−3 + 3log 3−2 + 5log 5−3
    = − 3 − 2 − 3 = − 8

    Soal No. 3
    Tentukan nilai dari
    a) 4log 8 + 27log 9
    b) 8log 4 + 27log 1/9

    Pembahasan
    a) 4log 8 + 27log 9
    22log 23 + 33log 32
    = 3/2 2log 2 + 2/3 3log 3
    = 3/2 + 2/3 = 9/6 + 4/6 = 13/6

    b) 8log 4 + 27log 1/9

    23log 22 + 33log 3−2
    = 2/3 2log 2 + (−2/3) 3log 3
    = 2/3 − 2/3 = 0

    Soal No. 4
    Tentukan nilai dari:
    a) √2log 8
    b) √3log 27

    Pembahasan
    a) √2log 8
    21/2log 23 = 3/0,5 2log 2 = 3/0,5 = 6

    b) √3log 9
    31/2log 32 = 2/0,5 3log 3 = 2/0,5 = 4

    Soal No. 5
    Diketahui:
    log p = A
    log q = B
    Tentukan nilai dari log p3 q2

    Pembahasan
    log p3 q2 = log p3 + log q2 = 3 log p + 2 log q = 3A + 2B

    Soal No. 6
    Diketahui
    log 40 = A dan log 2 = B, tentukan nilai dari log 20

    Pembahasan
    log 20 = log 40/2 = log 40 − log 2 = A − B

    Soal No. 7
    Diketahui 2log 7 = a dan 2log 3 = b. Tentukan nilai dari 6log 14

    Pembahasan
    2log 7 = a
    log 7log 2 = a
    log 7 = a log 2

    2log 3 = b
    log 3 / log 2 = b
    log 3 = b log 2

    6log 14 = log 14/log6

         log 2.7      log 2 + log 7         log 2 + a log 2       log 2 (1 + a)          (1 + a)
    = _________ = ________________ = __________________ = ________________ = _________
         log 2. 3      log 2 + log 3          log 2 + b log 2      log 2 (1 + b)          (1 + b)



    Soal No. 8
                     
    Diketahui 2log  (12 x + 4) = 3. Tentukan nilai x

    Pembahasan
    2log  (12 x + 4) = 3
    Ruas kiri bentuknya log, ruas kanan belum bentuk log, ubah dulu ruas kanan agar jadi bentuk log.  Ingat 3 itu sama juga dengan 2log 2. Ingat rumus alog ab = b jadi
     2log √( 12 x + 4) = 2log 23
    Kiri kanan sudah bentuk log dengan basis yang sama-sama dua, hingga tinggal menyamakan yang di dalam log kiri-kanan atau coret aja lognya:
     2log √( 12 x + 4) = 2log 23
    √( 12 x + 4) = 23
    √( 12 x + 4)  = 8
    Agar hilang akarnya, kuadratkan kiri, kuadratkan kanan. Yang kiri jadi hilang akarnya:
    12 x + 4 = 82
    12x + 4 = 64
    12 x = 60
    x = 60/12 = 5

    Soal No. 9
    Tentukan nilai dari 3log 5log 125
    Pembahasan
    3log 5log 125 = 3log 5log 53
    3log 3 = 1

    Soal No. 10
    Diketahui  2log 3 = m dan  2log 5 = n . Tentukan nilai dari 2log 90
    Pembahasan
                   log 3      
    2log 3 = _______ = m   Sehingga    log 3 = m log 2
                   log 2
                   log 5      
    2log 5 = _______ = n   Sehingga    log 5 = n log 2
                   log 2
                      log 32. 5 . 2                   2 log 3 + log 5 + log 2        
    2log 90 = ___________________ =  ______________________________ 
                        log 2                                     log 2
                       2 m log 2 + n log 2  + log 2        
    2log 90 = _________________________________________ =  2 m + n + 1
                                        log 2                             

    Sunday, October 2, 2016

    Video Trigonometri

    Untuk SMU Kelas 10~12 yang sedang belajar Trigonometri, ada baiknya melihat video hubungan Tan, Cos dan Sin dalam 360 derajat.

    Semoga bisa menambah pemahaman tentang trigonometri.


    Sumber dari FB

    Saturday, October 1, 2016

    Cara Menyelesaikan Sistem Persamaan Linier dengan Matriks

    Mungkin sudah biasa teman-teman menyelesaikan soal matematika dengan sistem persamaan linear. Namun tahukah anda bahwa sebenarnya soal yang harusnya diselesaikan dengan sistem persamaan linear ternyata bisa diselesaikan dengan matriks ???.

    Sistem persamaan linear dua atau tiga variabel selain dengan menggunakan eliminiasi dan substitusi ternyata dapat juga digunakan kaidah Cramer untuk mencari himpunan penyelesainnya. Jika A . X = C adalah sistem persamaan linear yang terdiri atas n persamaan linear dan n variabel yang tidak diketahui sehingga det(A) tidak sama dengan 0, maka sistem tersebut mempunyai penyelesaian yang unik (tunggal). Penyelesaian tersebut adalah :

    Contoh soal :

    Dengan menggunakan kaidah cramer, tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan berikut ini :
    3x - 5y = 11
    3x + y = 3

    Jawab :
    Jika persamaan tersebut kita rubah kedalam bentuk matriks maka menjadi :
    Untuk menentukan A, A1, A2,...., An, dicari dengan cara :
    Maka determinan A, A1, dan A2 adalah :
    Sehingga :
    Jadi himpunan penyelesaiannya adalah {2, -1}

     

    Kesimpulan

    Untuk memecahkan soal persamaan linier ternyata tidak hanya dengan eliminasi atau substitusi saja, tapi dengan matriks pun dapat diselesaikan.

    Sifat-Sifat Operasi Bilangan

    Sifat-Sifat Operasi Bilangan
    a.Sifat Komutatif
    Sifat komutatif disebut juga sifat pertukaran. Sifat ini hanya berlaku pada operasi penjumlahan dan perkalian.
        Sifat komutatif pada Penjumlahan:
    Bentuk umum dari sifat komutatif pada penjumlahan yaitu a + b = b + a. Untuk memperjalasnya perhatikan contoh berikut ini :
    5 + 1 = 6
    1 + 5 = 6
    Jadi, 5 + 1 = 1 + 5
         Sifat komutatif pada Perkalian:
    Bentuk umum dari sifat komutatif pada perkalian yaitu a x b = b x a . Untuk memperjalasnya perhatikan contoh berikut ini :
    5 × 7 = 35
    7 × 5 = 35
    Jadi, 5 × 7 = 7 × 5
    b.Sifat Asosiatif
    Sifat Asosiatif disebut juga sifat pengelompokan. Sifat ini juga hanya berlaku pada operasi penjumlahan dan perkalian.
         Sifat Asosiatif pada Penjumlahan:
    Bentuk umum dari sifat asosiatif pada operasi penjumlahan (a + b ) + c = a + ( b + c ) . Untuk memperjalasnya perhatikan contoh berikut ini :
    (5 + 3) + 4 = 8 + 4 = 12
    5 + (3 + 4) = 5 + 7 = 12
    Jadi, (5 + 3) + 4 = 5 + (3 + 4).
         Pada Perkalian:
    Bentuk umum dari sifat asosiatif pada operasi perkalian ( a x b ) x c = a x ( b x c ) .Untuk memperjalasnya perhatikan contoh berikut ini :
    (5 × 3) × 4 = 15 × 4 = 60
    5 × (3 × 4) = 5 × 12 = 60
    Jadi, (5 × 3) × 4 = 5 × (3 × 4).
    c.Sifat Distributif
    Sifat distributif disebut juga sifat penyebaran.
    Sifat distributif ada 2 yaitu :
    Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dengan bentuk umum
    a x ( b + c ) = ( a x b ) + ( a x c ).
    Untuk memperjalasnya perhatikan contoh berikut ini :
    6 × ( 4 + 5 ) = 6 × 9 = 54
    ( 6 × 4 ) + ( 6 × 5 ) = 24 + 30 = 54
    Jadi, 6 × ( 4 + 5 ) = ( 6 × 4 ) + ( 6 × 5 )
    Sifat distributif perkalian terhadap pengurangan dengan bentuk umum
    a x ( b – c ) = ( a x b ) – ( a x c )
    Untuk memperjalasnya perhatikan contoh berikut ini :
    7 × ( 9 − 6 ) = 7 × 3 = 21
    ( 7 × 9 ) − ( 7 × 6 ) = 63 − 42 = 21
    Jadi, 7 × ( 9 − 6 ) = ( 7 × 9 ) − ( 7 × 6 )


    Sifat distributif perkalian dua suku dengan bentuk umum :( a+b ) ( c-d ) = ac-ad+bc-bd

    a. (2 + 3)(4 - 5) = 2x4+2x(-5)+3x4+3x(-5)
    =       5   x  1     =    8 -10+12-15
    =            5         =           5
    jadi,
    (2 + 3)(4 - 5) = 2x4+2x(-5)+3x4+3x(-5)



    Pengertian dan Unsur Aljabar

    Aljabar merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang ditemukan oleh Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi. Nama aljabar sendiri diambil dari bahasa arab "al-jabr" yang memiliki arti hubungan atau penyelesaian.        Aljabar dapat didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu matematika yang mempelajari konsep atau prinsip penyederhanaan serta pemecahan masalah dengan menggunakan simbol atau huruf tertentu.        Awal mula dikenalnya nama Aljabar adalah ketika al-Khwarizmi menuliskannya di dalam buku karangannya yang berjudul The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing. Kemudian istilah tersebut menyebar setelah karya tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa Eropa oleh muridnya yang bernamaOmar Khayyam. Sejak saat itulah perkembangan ilmu aljabar terus dipelajari dan terus disempurnakan sampai pada saat sekarang ini.

    Nah segitu dulu ya sejarahnya, di karenakan ini pelajaran matematika bukan pelajaran sejarah  :D
    Sekarang gw lanjut ke pembahasannya

    Unsur-unsur aljabar :

    Variabel
          Variabel dapat diartikan sebagai lambang atau simbol yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan yang nilainya belum diketahui dengan jelas.
    Variabel biasa disimbolkan dengan hruf kecil a, b, c, d, e, f, g, ..., z. Sebagai contoh, pada persamaan (3x + 17y) variabelnya adalah x dan y.

    Suku
         Suku merupakan nilai yang menyusun sebuah bentuk aljabar baik berupa variabel dengan koefisiennya dan juga konstanta.
       Berikut ini suku-suku aljabar :
              Suku Satu merupakan bentuk aljabar yang tidak memiliki tanda operasi hitung atau selisih.
    Contohnya: 9x, 8c2, 7xy

             Suku Dua merupakan bentuk aljabar yang terhubung oleh adanya satu tanda operasi hitung atau selisih. Contohnya: x + y, 5a + 4c, 3x2 - y2

             Suku Tiga Merupakan bentuk aljabar yang terhubung oleh adanya dua tanda operasi hitung atau selisih. Contohnya: 4x - 3y + z, 2a2 + 3b + c

    Konstanta
           Konstanta adalah suku aljabar yang bentuknya berupa sebuah bilangan yang bediri sendiri tanpa diikuti variabel. Sebagai contoh pada persamaan (3x5 + 7y - z + 12) maka konstantanya adalah 12.

    Cara Belajar Matematika Aljabar Dengan Mudah.

    Hal yang pertama harus kita lakukan untuk bisa mempelajari aljabar dengan mudah adalah :
    1. Memahami Pengertian Aljabar
    Memahami pengertian dari suatu materi sangatlah penting guys. Karena Ktika kita mengetahui definisi atau pengertian dari materi yang kita pelajari, biasanya kita akan lebih mudah memahami dan lebih semangat untuk mempelajarinya. Nah jadi pengertian aljabar adalalah :
    Aljabar adalah cabang ilmu matematika yang dapat di cirikan sebagai generalisasi dari bidang aritmatika. Aljabar berasal dari bahasa arab yaitu "al-jabar" yang artinya pertemuan, hubungan, atau bisa juga penyelesaian. Aljabar ini di temukan oleh Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi. Pengertian tersebut gua ambil dari web wikipedia ya guys. Jadi guys aljbar itu nama cabang dari ilmu matematika guys.

    2. Mengetahui Manfaat Aljabar 
    Kebanyakan dari kita dalam mempelajari matematika itu hanya mempelajarinya saja tanpa tahu apa manfaat dari yang kita pelajari. Aljabar merupakan dasar dari semua rumus matematika, dengan mengetahui aljabar maka kita akan cepat memahami dan mengingat rumus rumus matematika. Ktika kita memahami aljabar pasti kita akan semangat dalam mempelajari pelajaran matematika.

    3. Memahami Bentuk - Bentuk Aljabar
    2x + 1 = 5
    Operasi bilangan di atas adalah bentuk aljabar karena masih ada x yang harus kita cari. Ada beberapa bentuk aljabar :
    Koefisien : koefisien bentuk aljabar di atas adalah 2
    Koefisien adalah suatu angka atau bilangan di depan variable yang tidak akan berubah-ubah

    Variable : Variable  pada bentuk aljabar di atas adalah x

    Variable adalah suatu simbol biasanya di tuliskan dalam bentuk huruf, dan nilainya bisa berubah-ubah.

    Konstanta : Konstanta pada bentuk aljabar di atas adalah1 dan 5
    Konstanta adalah suatu angka atau bilangan yang berdiri sendiri tanpa sebuah variable dan nilainya bisa berubah jika variablenya pun berubah

    4. Memahami Rumus Aljabar
    Aljabar sebenarnya bukanlah rumus melainkan dasar dari semua rumus. Kita ambil contoh tentang persamaan linear satu variable. jangan takut ya gan ini materinya gampang ko.
    Persamaan Linear satu variable
    Persamaan Linear satu variable artinya persamaan yang memiliki satu variable dengan pangkat variablenya satu pula. Pada persamaan linear ini berlaku hukum ruas kiri dan ruas kanan dapat dikali, dibagi, dan dikurangi dengan bilangan yang sama
    Contoh :
    2x + 1 = 5
    Kita kurangi kedua ruas dengan 1
    2x + 1 - 1 = 5 - 1
    2x = 4
    Kemudian kita bagi kedua ruas dengan 2
    2x/2 = 4/2
    x = 2.
    Nah maka variable x adalah bernilai 2. Untuk pembuktiannya :
    2x + 1 = 5
    Kita ganti variable dengan 2
    2(2) + 1 = 5
    5 = 5
    Nah ktika pembuktian menunjukan ruas kanan dan ruas kiri hasilnya sama besar maka pembuktian tersebut bernilai benar.