Showing posts with label Tugas Online. Show all posts
Showing posts with label Tugas Online. Show all posts

Saturday, November 28, 2015

Tantangan Dalam Membangun Platform Edukasi Global


quipperschoolindonesia: 
Masa, CEO Quipper, bulan Juni lalu berpidato dalam acara COMPUTEX TAIPEI, salah satu konvensi teknologi terbesar di Asia. Masa menyampaikan tentang mengapa beliau mendirikan Quipper, tantangan dalam dunia ed-tech (teknologi pendidikan) dan visi beliau bagi pendidikan di masa yang akan datang.

Founder Quipper School

 Berikut ini naskah pidato perkenalan yang sudah disampaikan oleh Founder Quipper School dalam acara COMPUTEX TAIPEI !

 
Selamat siang, perkenalkan saya Masayuki Watanabe. Saya adalah pendiri dan CEO dari perusahaan pendidikan berpusat di London, Quipper. Saya akan terbuka dan terang-terangan kepada Anda hari ini. Saya akan memberitahukan kepada Anda apa saja kesulitan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan, dalam membangun platform pendidikan global.

    Karir saya (Founder Quipper School)


    Pertama-tama, mari kita dahulukan bagian yang membosankan: saya.

 Saya bergabung dengan McKinsey setelah lulus pada tahun 1997. Saya belajar banyak hal di sana, namun keberuntungan terbesar saya adalah saat bertemu dengan seseorang yang sangat brilian, Tomoko Namba - seorang pebisnis yang sangat saya kagumi, sekaligus orang yang membuat saya merasa beruntung karena dapat membentuk hubungan kerja yang kuat dengannya.

    Pada tahun 1999, Namba meninggalkan McKinsey. Begitu pula dengan saya.
Bersama Namba, kami mendirikan perusahaan game sosial, DeNA. Selama 10 tahun bersama DeNA, saya mengawasi banyak proyek dan layanan web, termasuk e-commerce (transaksi komersial melalui internet), lelang online, merger & akuisisi internasional, game dan banyak sektor lainnya — saya rasa lebih banyak dari yang dapat ditangani orang lain. Masa tersebut adalah masa yang paling mengasyikkan dalam hidup saya — masa dimana saya belajar dengan konstan.

Kepribadian saya (Founder Quipper School)

    Namun masa saya di DeNA hanya setengah dari perjalanan saya. Mungkin kurang dari setengah.
Inspirasi terbesar saya dalam kehidupan, saya dapat dari bepergian (travelling), melebihi pengalaman bisnis saya. Namun apa yang saya pelajari selama perjalanan saya sangat sedikit kaitannya dengan budaya mancanegara, atau sejarah besar planet kita, atau peninggalan kita sebagai manusia — yang saya pelajari lebih bernilai, dan lebih menekan — lebih mendesak — daripada hal-hal lain.

    Saya belajar betapa beruntungnya saya.
Saya sudah mengunjungi lebih dari 30 negara, dan semenjak masa sekolah, saya telah menjadi pengunjung yang sensitif. Saya banyak menghabiskan waktu saya di kamp pengungsi, bahkan pernah juga membantu untuk membangun sekolah-sekolah. Selama menjadi sukarelawan, saya dihadapkan dengan kenyataan sederhana namun menakutkan: jika Anda dilahirkan di negara miskin, kesempatan Anda sangat kecil untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dan tanpa pendidikan utama tersebut, kesempatan Anda akan menurun drastis. Saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana hal tersebut menyebabkan orang-orang berada pada situasi yang semakin menyulitkan.

    Dan itulah titik awal dari Quipper.

    Quipper: Ide

    Idenya sederhana, namun sangat kuat.

 Saya ingin hidup di dunia dimana setiap orang, terlepas dari status ekonomi dan lokasi tempat tinggal, dapat mengakses materi pendidikan dengan kualitas terbaik secara murah — atau bahkan gratis; dunia dimana anak-anak di pelosok Nigeria dapat belajar matematika dari profesor ternama di Inggris Raya; dimana nelayan Uruguay dapat belajar teknologi memancing terbaik dari guru di Cina.

 Di Quipper, kami sering menyebut diri kami sebagai “Distributors of Wisdom (Penyalur Pengetahuan)”. Tujuan kami adalah untuk merevolusi cara orang belajar dan berbagi pengetahuan, dengan memanfaatkan internet mobile.

    Quipper: Awal mula

Saya mendirikan Quipper tahun 2010 di London. Ada 3 kekuatan pendorong yang membuat Quipper tercipta. Pertama, Saya ingin berbuat sesuatu tentang ‘kemiskinan ilmu’ yang muncul karena faktor kemalangan seorang anak karena dilahirkan dari keluarga miskin. Saya sangat terkejut melihat keadaan tersebut dari pengalaman menjadi relawan membantu orang-orang yang kurang beruntung dari saya.
Kedua, saya merasa internet dan pendidikan adalah pasangan yang cocok. Dengan menggunakan internet, kecerdasan seorang guru dapat menyentuh hidup jutaan pelajar, dan biaya marjinalnya mendekati angka nol. Dengan mengumpulkan data pengguna, kami dapat beradaptasi dan menyesuaikan pengalaman belajar. Performa dan hasil belajar dapat diukur secara cepat, dan proses belajar mengajar dapat menjadi lebih kolaboratif, inklusif dan menyenangkan daripada sebelumnya.
Yang terakhir, saya rasa ini waktu yang tepat bagi Quipper. Dengan menurunnya biaya perangkat teknologi dan semakin menyebarnya perangkat berbasis internet — serta bervariasinya pengalaman mengerjakan proyek online — membuat saya merasa bahwa waktu yang sempurna akhirnya tiba. Saya bahkan merasa tersentuh dengan takdir — bahwa saya telah hampir ‘dipilih’ untuk mengerjakan tugas ini. Ketika Anda merasa selalu beruntung dalam hidup, Anda akan mulai memiliki pemikiran-pemikiran seperti ini.
Pastinya, perasaan tersebut tidak berlangsung lama ketika saya menyadari skala tantangan yang kami hadapi. Namun saya akan menjelaskannya nanti!

    Quipper: Platform

Hingga detik ini, platform kami telah digunakan oleh lebih dari 9 juta pelajar, dan mereka telah mengerjakan lebih dari 250 juta soal. Kami telah mengumpulkan dana sebesar lebih dari $10M dari perusahaan pemodal ternama seperti Atomico di London, dan Globis Capital Partners di Tokyo. Sekarang kami memiliki kantor-kantor di London, Tokyo dan Manila, dan berkembang sangat pesat.

    Berikut ini adalah gambaran singkat tampilan platform Quipper.

Seperti yang dapat Anda lihat, platform kami meliputi 3 komponen utama: Creation (Penyusunan), Assessment (Penilaian) dan Learning (Pembelajaran).
Penyusunan: kami bekerja dengan ratusan penerbit pendidikan dan guru-guru terkemuka untuk menciptakan materi pembelajaran dengan kualitas tinggi, serta membuat layanan kami tersedia secara gratis bagi para guru di seluruh dunia.
Penilaian: guru dapat menggunakan materi-materi kami dan menugaskannya ke siswa, sembari mengikuti dan memonitor proses belajar siswa mereka.
Pembelajaran: siswa dapat menerima tugas mereka dimana pun mereka berada, dengan menggunakan perangkat berbasis internet apapun yang mereka miliki.
Seperti yang Anda lihat, seluruh proses ini terjadi secara online, dengan apa yang disebut cloud. Saya akan memberikan sebuah tautan pada layanan kami setelah acara hari ini, sehingga Anda dapat menjelajahi layanan kami secara detail.

    Tantangan

Sekarang setelah Anda mendapatkan gambaran tentang visi dan metode kami, izinkan saya menjelaskan kepada Anda tentang tantangan-tantangan yang tadi saya sebutkan. Pada akhirnya, ada ribuan orang di dunia dengan ide dan visi yang serupa. Industri ed-tech, khususnya, telah melihat banyak visi besar yang berkahir pada kegagalan.
Mengapa bisa begitu? Setelah bekerja di dalam industri ini selama beberapa tahun, saya menemukan bahwa terdapat 2 tantangan utama yang harus diatasi untuk menuju kesuksesan. Yang pertama adalah sikap komparatif dalam industry ed-tech dan profesi mengajar. Yang kedua adalah kesulitan dalam memahami layanan kami dengan benar — menyatukan internet mobile dengan pendidikan, tanpa mengorbankan pengalaman dalam menimba ilmu.

    Dan berikut ini adalah pelajaran yang telah saya dapatkan dalam mencoba mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

    Keseimbangan

Pelajaran pertama adalah: keseimbangan. Sangat penting untuk dapat memiliki keseimbangan antara “layanan web” dan “layanan pendidikan”. Kebanyakan perusahaan ed-tech lain hanya mementingkan pada satu sisi, lalu gagal menciptakan layanan yang benar-benar baik. Perusahaan ed-tech yang berdasarkan pada web hanya berakhir dengan menyediakan apapun yang sedang menjadi tren dalam industri web, tanpa memperhatikan pada dampak akademis yang sebenarnya. Anda perlu berhati-hati pada kata-kata berikut ini — ‘pendidikan yang dikemas seperti game’, ‘pembelajaran adaptif’, ‘edukasi menggunakan big data’.
Tentu saja beberapa kata kunci tersebut merujuk pada inovasi original dan transformatif, namun banyak yang tidak didukung dengan penelitian akademis yang teliti.
Di sisi lain, perusahaan pendidikan tradisional sering gagal untuk memanfaatkan teknologi web, kebanyakan dari mereka hanya mencoba meniru apa yang pernah sukses sebelumnya. Menyeimbangkan teknologi dan tradisi bukanlah hal yang mudah, namun sangat penting.

    Kunci utamanya adalah percobaan

Pelajaran kedua adalah bahwa percobaan merupakan kunci utama. Kami bertanggung jawab 100% atas kualitas layanan kami — semu siswa pengguna kami pun mengandalkannya — namun bukan berarti bahwa kami takut untuk mencoba hal baru jika ada suatu hal yang tidak bekerja dengan baik.
Akan menjadi sangat arogan untuk mengasumsikan bahwa kami dapat memberikan layanan terbaik semenjak hari pertama. Banyak perusahaan gagal dengan visi besar namun keras kepala karena mereka tidak menanggapi perhatian/permasalahan dari para pengguna. Peningkatan dan perbaikan harus dilakukan secara berulang, dan merespons kebutuhan yang diperlukan para pengguna.
Tentu saja kami juga tidak dapat dan tidak seharusnya menjadi terlalu eksperimental dengan pendidikan para siswa, namun untuk memberikan layanan terbaik, kami harus siap untuk beradaptasi ketika data yang masuk mengatakan kami harus melakukan sesuatu.

    Persoalan bukan pada teknologi

Pelajaran terakhir adalah: persoalan bukan pada teknologi. Yang menjadi penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan.
Kita cenderung percaya bahwa teknologi selalu revolusioner dan menyebabkan gangguan, namun esensi dari pendidikan itu sendiri tidak pernah berubah selama bertahun-tahun. Tidak seharusnya kita melebih-lebihkan dampak dari teknologi, atau mencoba untuk memaksa revolusi demi kepentingan revolusi itu sendiri. Kita seharusnya memanfaatkan teknologi untuk menawarkan bahwa apa yang kita tahu sudah cukup baik, dengan cara seefektif mungkin.

    Dalam ed-tech, pendidikan selalu diutamakan.
Tiga hal itulah yang telah saya pelajari mengenai jebakan-jebakan di dalam dunia ed-tech semenjak saya mendirikan Quipper.
Tentunya, masih banyak lagi yang harus dipelajari — dan kurva pembelajaran akan selalu terjal, namun dengan membahas isu-isu ini, saya percaya bahwa kita semakin mendekati pelayanan terbaik yang kita inginkan terutama dalam pengalaman pembelajaran.

 Perkenankan saya mengenalkan Quipper School, produk andalan kami. Saya akan menampilkan videonya terlebih dahulu.

    [VIDEO]

 Saat ini, Quipper School telah digunakan oleh lebih dari puluhan ribu kelas di dunia, tapi kami memberikan fokus lebih kepada negara-negara Asia Tenggara. Saya dapat menjelaskan detail proyek ini dengan lebih spesisik dalam  diskusi panel, namun untuk saat ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya gembira melihat proses yang telah kami lalui dengan Quipper School, serta merasa bahwa kami siap untuk lebih berkembang lagi dan lagi.
Tentu saja tidak mudah untuk mencapai apa yang sudah kami dapatkan sekarang. Dibandingkan dengan sektor-sektor lain yang pernah saya hadapi saat masih di DeNA, sejauh ini pendidikan merupakan semacam kacang yang paling susah untuk dibuka kulitnya!

    Tantangan untuk Quipper School


 Tantangan pertama yang kami hadapi adalah mengenai lokasi. Kami memiliki visi global, namun pendidikan tetap menjadi urusan lokal, dan materi-materi yang digunakan para guru pun bermacam-macam di setiap levelnya, dari nasional hingga daerah, dari sekolah satu dengan sekolah lainnya, bahkan dari guru satu dengan guru lainnya. Bahkan dalam mengajarkan bidang studi yang sama, setiap guru ingin mengajar dengan cara yang berbeda, dan kami perlu mengakomodasi kebutuhan tersebut.
Sikap konservatif menjadi isu lain. Dan sangat sulit untuk mengubah kebiasaan lama. Hal ini biasanya berlaku bagi guru yang sudah sering mengajar menggunakan metodenya sendiri selama bertahun-tahun. Setiap guru adalah pembicara, penceramah, penghibur dan pengajar profesional yang terampil dan berpengalaman, dan mengubah kebiasaan mereka sering memerlukan penanganan dan dukungan yang besar.

 Di atas dari segalanya, kami tidak bisa mengelak dari pertanyaan yang akan diajukan oleh jutaan orang: akankan layanan kami membuat anak-anak menjadi pintar? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan paling dasar bagi siapapun yang berada di dalam industri ed-tech, namun mengejutkannya, merupakan satu pertanyaan yang paling tidak mudah dijawab oleh perusahaan manapun.

 Dengan Quipper School, kami telah berusaha untuk mengatasi dan memecahkan tantangan-tantangan berat tersebut. Dan hasilnya, kami memiliki retention rate (tingkat keberlanjutan) dan viral rate (tingkat penyebaran) yang tinggi. Yang menandakan, begitu para guru mulai menggunakan layanan kami, mereka akan langsung menyukainya, dan bersedia untuk terus menggunakannya dalam waktu yang lama.

 Para guru tersebut juga memiliki koneksi yang luas dan baik, sehingga mereka cenderung saling berbagi ide. Banyak sekali pengguna awal kami yang telah memperkenalkan Quipper School kepada rekan guru mereka, yang selanjutnya menciptakan efek penyebaran. Beberapa dari mereka bahkan ada yang secara sukarela membuat video tutorial dan konten pembelajaran sendiri, para guru ini sangat membantu kami. Bekerja bersama dengan para guru yang sama-sama memiliki semangat untuk merintis sesuatu adalah hal yang paling menyenangkan bagi kami.

 Dan mengenai pertanyaan yang diajukan jutaan orang tadi — apakah Quipper School membuat anak-anak kami menjadi pintar?

 Kami telah bekerja sangat erat dengan Benesse, raksasa pendidikan di Jepang, untuk melihat mana yang dapat digunakan dan mana yang tidak. Dalam proses tersebut, kami telah menyerap banyak data pembelajaran dari pengguna kolektif. Menggunakan penelitian yang tepat, kami banyak belajar mengenai bentuk dari pembelajaran adaptif (yang benar), dan pedidikan yang dikemas dengan game (yang benar) secara langsung.

 Saya selalu mengatakan kepada tim saya bahwa kita mengalami kemajuan dalam pendakian kita ke Gunung Pendidikan, namun perjalanan masih jauh. Perjalanannya pun tidak mudah — dan terkadang menegangkan. Namun yang dapat memberikan semangat kepada kami adalah senyuman para guru dan siswa ketika mereka menggunakan Quipper School. Mereka sangat bersemangat untuk belajar, dan kami di sini untuk menyediakan apa yang mereka inginkan.

    Terima kasih.

Cara Membuat Tugas di Quipper School

Membuat Tugas Quipper School
Quipper School adalah sebuah layanan belajar online atau disebut dengan E-learninglayanan belajar online ini gratis tanpa dipungut biaya, Quipper School dapat mempermudahkan Bapak/Ibu guru untuk memberikan tugas kepada siswa, jadi siswa bisa belajar dirumah tidak mesti harus di jam belajar di sekolah saja, buat Bapak/Ibu guru yang sudah mendaftar di Quipper School tapi belum tahu cara membuat/memberikan tugas kepada siswa silahkan disimak Tutorial tentang cara membuat tugas untuk siswa di Quipper School

 

Buat Bapak/Ibu guru yang belum mendaftar di Quipper School silahkan di baca artikel tentang Cara Mendaftar di Quipper School untuk Guru

 Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1. Langkah Pertama

     Pastikan anda sudah login atau masuk ke akun Quipper School terlebih dahulu, setelah muncul beranda    kemudian anda pilih kelas yamg akan diberikan tugas, untuk lebih jelasnya bisa anda lihat pada gambar di bawah ini.
Membuat Tugas Quipper School

2. Langkah Kedua

    Setelah  memilih kelas yang akan diberi tugas kemudian pilihlah menu "Tugas" yang ada pada bilah atau samping kiri tersebut selanjutnya pilih "Buat Tugas Baru"

3. Langkah Ketiga

     Pada langkah ini adalah tinggal memilih materi soal yang akan ditugaskan kepada siswa,  misalkan anda memilih materi "Gerak Lurus" kemudian akan muncul sub materi tersebut dibawahnya "Hukum Newton" selanjutnya pilih "Tugaskan Topik ini"

    Membuat Tugas Quipper School

    4. Langkah Keempat

         Selanjutnya anda tinggal klik "Kirim Tugas dengan 1 Topik" anda bisa menambahkan topik yang lain  dengan menambahkan topik yang berkaitan dengan materi yang anda tugaskan.

    Membuat Tugas Quipper School


      5. Langkah kelima

           Pada tahap ini anda tinggal menyesuaikan setingan yang sesuai dengan keinginan, hal yang perlu diperhatikan adalah :
      • Nama Tugas : Berikan nama pada tugas yang dibuat misal "Tugas Hukum Newton"
      • Rentang Waktu : Rentang waktu ini adalah  batas waktu tugas yang anda buat, pilih sesuai keinginan anda misalkan anda ingin memberi tugas dalam jangka waktu 1 minggu, jadi setelah 1 minggu tugas tersebut sudah tidak bisa dikerjakan oleh siswa karena batas pengumpulan tugas sudah habis, jadi otomatis tugas tidak bisa dikerjakan lagi oleh siswa.
      • Pilih Kelas : Pilih kelas yang akan anda tuju atau kelas yang akan anda berikan tugas
      • Kirim Pengumuman : Kolom ini bisa anda kosongkan tapi bisa juga nda isi dengan pengumuman yang ingin anda tampilkan, misalnya berupa himbauan atau pemberitahuan.
      • Kemudian klik "Kirim Tugas ini"
        Membuat Tugas Quipper School


        6. Langkah Keenam

             Ini tahap yang terahir pada tahap ini tugas anda sudah terkirim dan sudah dapat di akses atau di kerjakan oleh siswa, tinggal klik "Tutup".

        Membuat Tugas Quipper School

        Lihat panduan versi video klik disini

        Jangan lupa baca juga artikel tentang Cara Mendaftar Quipper School untuk Siswa

        “ Quipper School “ Mengubah Model Pembelajaran Jadul Menjadi Lebih Gaul !!

        "Quipper School" Mengubah model pembelajaran jadul menjadi lebih gaul !!- Seperti yang kita ketahui dewasa ini masyarakat di Indonesia sudah semakin maju dan sadar akan perkembangan teknologi dan informasi. Di era yang serba modern, semua aktivitas manusia sangat dimanjakan oleh dunia teknologi. Kini kegiatan apapun sangat mudah dilakukan hanya tinggal klik, apalagi ahir-ahir ini sedang populernya layanan ojek online yaitu Go-Jek. Hampir semua aktivitas manusia dijalankan serba online, mau belanja tinggal klik cukup dari rumah anda pesan barang, barang akan sampai dirumah anda. Jika dibandingkan dengan gaya konvensional anda sibuk mencari barang tersebut ditoko, tapi dengan kemajuan teknologi malah sebaliknya barang yang datang langsung mencari alamat rumah anda jika anda memesan lewat online.


        Di dalam dunia pendidikanpun tidak terlepas dari pengaruh dunia tekhnologi dan informasi,QuipperSchool merupakan sebuah solusi untuk menyajikan pembelajaran yang berbasis e-learningatau biasa disebut dengan model pembelajaran online, dimana aktivitas belajar siswa tidak terbatas oleh ruang dan waktu, kapanpun dan dimanapun selama ada akses internet siswa akan mudah belajar dengan menggunakan Quipper School  kegiatan belajar siswa lebih santai, siswa bisa memanfaatkan HP, gadget dan notebook atau laptop yang dimilikinya untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Sepintas mereka seperti hanya bermain HP tapi kenyataannya mereka sedang menikmati betapa mudah dan menyenangkan belajar dengan memanfaatkan tekhnologi dengan memanfaatkan Quipper School. Bermain HP untuk kegiatan belajar memberikan pengalaman baru bagi siswa. Selama ini kita memandang HP hanya dari sisi negatifnya saja namun jika kita mampu berfikir positif dengan memanfaatkan HP yang dimiliki oleh siswa, dapat kita jadikan sebagai media penunjang aktivitas belajar siswa. Inilah salah satu cara atau tehnik seorang guru bagaimana menyajikan pembelajaran yang inovatif dan lebih mneyenangkan.
        Aplikasi Quipper School sangat mudah dijalankan sekalipun anda seorang pemula yang sangat gaptek, karena aplikasi quipper school didesain dengan sederhana dan tidak ribet maka anda tidak akan merasa kesulitan untuk menggunakannya. Berbagai fitur yang disediakan Quipper School akan mempermudah aktivitas bagi para guru dalam memberikan pembelajaran yang lebih baik, menyenangkan, menarik dan pastinya berkualitas. Seperti pemberian tugas kepada siswa, setelah siswa mengerjakannya maka otomatis hasil pekerjaan siswa akan masuk di data guru secara otomatis

         

        Berbagai fitur unggulan yang disediakan oleh Quipper School seperti :

        • Quipper Learn, link akses untuk siswa seperti mengerjakan tugas yang diberikan guru,
        • Qupper Link, link akses untuk guru untuk mengontrol aktivitas belajar siswa ketika para siswa sudah selesai mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, 
        • Q-Create, link akses untuk para guru yang ingin membuat soal dan materi sesuai keinginan,
        Selain itu juga banyak fitur lain yang lebih menarik seperti menu pesan untuk mengirim pesan kepada guru jika siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas, dan ada juga menu untuk grup agar mempermudah siswa berdiskusi langsung kepada temannya yang dalam satu kelas. Jika anda tertarik menggunakan Quipper School segera daftarkan sekolah anda di Quipper School, jika anda belum memahami cara menjalankankannya silahkan anda baca petunjuk berikut klik Panduan Quipper School untuk melihat petunjuknya dan cara menggunakan Quipper School.
         

        Berikut panduan dasar tentang cara menjalankan E-learning Quipper School :

        1. Cara mendaftar Quipper School untuk Guru
        2. Cara mendaftar Quipper School untuk Siswa
        3. Cara membuat kelas Quipper School
        4. Cara membuat tugas Quipper School
        5. Cara mengerjakan tugas Quipper School untuk Siswa
        6. Cara membuat konten dan soal Quipper School
        7. Cara mengganti password Quipper School untuk Guru
        8. Cara mengatasi siswa lupa password Quipper School
        9. Aplikasi Quipper School untuk Android
        Sebagai seorang guru yang ingin menjadi guru profesional anda dituntut untuk bisa menghadirkan model pembelajaran kreatif, inovatif, menarik dan menyenangkan. Agar bisa menarik minat belajar siswa guru harus bisa menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan selalu menghadirkan model pembelajaran yang variatif agar siswa tidak bosan dengan model pembelajaran yang sifatnya monoton. Salah satunya dengan menerapkan sistem pembelajaran e-learning dari Quipper School.Model pembelajaran konvensional yang sifatnya jadul sudah tidak jamannya lagi untuk anda gunakan secara terus menerus. 


        Diera tahun 90-an bisa dikatakan jaman masih kuno, HP, Tablet, Notebook, Laptop dll. Seperti barang tersier atau barang mewah yang sulit dimiliki oleh masyarakat dari kalangan menengah kebawah. Seiring dengan perkembangan jaman barang tersebut seolah-olah menjadi kebutuhan pokok manusia, hampir semua orang dari lapisan masyarakat menengah kebawah memiliki barang-barang tersebut. Begitu juga dengan model pembelajaran di sekolah,  kalau jaman dulu model pembelajaran yang disajikan oleh guru selalu monoton tidak variatif yaitu guru hanya memberikan catatan, selesai mencatat materi tersebut dijelaskan tanpa adanya media penunjang sehingga siswa merasa kesulitan untuk memahami materi pelajaran yang di sampaikan oleh guru.


        Begitu juga dengan model pembelajaran disekolah, model pembelajaran yang jadul sekarang lebih gaul dengan adanya internet menggunakan e-learning Quipper School, kegiatan belajar lebih asyik dan menyenangkan seperti bermain game.


        Semoga tulisan singkat tentang Quipper School ini bisa memberikan informasi baru bagi anda yang belum mengenal e-learning Quipper School. Jika ada pertanyaan tentang Quipper School silahkan anda tanyakan dikolom komentar blog ini, terima kasih.

        Quipper School – Layanan E-learning Gratis !

        Quipper School-Layanan E-learning Gratis- Apakah anda sudah mendengar kata “Quipper School”??, mungkin sebagian orang sudah banyak mengenal tenntang Quipper School tapi masih banyak para guru di sekolah yang belum mengenal layanan e-learning dari Quipper School ini, dikarenakan berbagai macam faktor sehingga masih banyak para guru yang belum menggunakan Quipper School, salah satu penyebab utamanya adalah masalah koneksi internet, jika anda tinggal atau mengajar di daerah pedesaan apalagi masih sekolah swasta kendala ini yang sangat tidak memungkinkan untuk menerapkan sistem pembelajaran e-learning, banyak sekolah-sekolah di daerah-daerah terpencil yang belum meiliki akses internet yang memadai untuk menjalankan e-learning.

        Akan tapi sebenarnya ini bukan alasan yang harus anda pegang secara terus-menerus jika anda punya tekad dan keinginan yang kuat untuk memberikan pelayanan/pembelajaran yang berkualitas kepada siswa dengan kualitas profesional maka anda harus berusaha keras untuk bisa menerapkan berbagai macam metode dan media pembelajaran salah satunya dengan menerapkan sistem pembelajaran e-learning Quipper School.
        Jika anda belum mengenal Quipper School silahkan di simak ulasan berikut, saya akan menjelaskan anda dengan panjang lebar tentang Quipper School, mulai dari pengenalan Quipper School, fitur-fitur yang di sediakan, sampai cara menggunakannya, baik cara mendaftar, cara memberikan tugas online, sampai cara membuat konten atau materi buatan sendiri, hingga sampai mengatasi masalah-masalah siswa yang sering kita alami di Quipper School, seperti siswa yang lupa password Quiper School dan lain sebagainya.

        Apa saja keunggulan dan fitur yang sudah disediakan oleh flatform e-learning yang satu ini?, sebenarnya sudah banyak layanan e-learning yang tersedia di internet, namun Quipper School memiliki keunggulan tersedendiri bila di bandingkan e-learning yang lain, saya tidak bermaksud membandingkannya dengan e-learning yang lain, tapi saya sedikit ingin menjabarkan dan berbagi pengalaman tentang keunggulan dan kelebihan e-learning yang satu ini. Apa kelebihannya?? Salah satu keunggulan yang sangat berbeda dan menonjol bila dibandingkan dengan e-learning yang lain adalah kemudahan dalam menggunakan aplikasi belajar online ini.

        Secara teknis

        Melalui Quipper School Indonesia, guru dapat memberikan tugas kepada siswa secara online dan siswa dapat mengerjakannya (sekaligus mempelajari topik mata pelajaran yang berkaitan dengan tugas tersebut) baik di dalam maupun di luar kelas melalui perangkat mereka masing-masing yang terkoneksi dengan internet. Setelah para siswa mengerjakan serta mengumpulkan tugasnya, sistem penilaian yang tersedia pada platform Quipper School Indonesia akan melakukan analisis data secara sederhana namun canggih yang akan membantu para Guru dalam mendapatkan gambaran yang jelas tentang pencapaian siswa. Tentu saja sistem penilaian hanya bersifat membantu, setelah guru secara manual memasukkan data soal dan jawabannya. Sehingga sistem penilaian bertugas mencocokkan antara jawaban dari siswa dengan kunci jawaban versi guru. Para guru akan mendapatkan laporan mengenai seberapa baik sang siswa dalam menguasai mata pelajaran tertentu, bagaimanakah kemajuan belajar setiap siswa, mengetahui keunggulan atau potensi setiap siswa, siapa yang mendapat nilai tertinggi, dan lainnya.

        Melalui gambaran tentang pencapaian ini, para siswa pada saat itu juga akan memperoleh umpan balik mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki terkait penguasaan terhadap suatu topik materi pelajaran tertentu. Sistem-penilaian-thumb Screenshoot sistem penilaian di Quipper School Indonesia Belum memperoleh pendapatan Selama hampir setahun beroperasi di Indonesia, Quipper School Indonesia masih menggratiskan layanan dan konten yang disediakannya. Bagaimanapun, kedepannya Quipper School Indonesia berencana akan menyediakan fitur dan konten premium berbayar seperti online tutoring (les online) dan konten untuk persiapan Ujian Nasional (UN). Sejauh ini pengguna yang sudah mendaftar di Quipper School Indonesia yaitu lebih dari 50.000 guru dan lebih dari 250.000 siswa. Namun, dari akumulasi jumlah guru dan siswa tersebut, baru 60 persen yang menjadi pengguna aktif bulanan. Para guru dan siswa ini bersumber dari sekitar 10.000 sekolah (dengan perbandingan SMA 70 persen dan SMP 30 persen).

        Setiap kelas online dalam Quipper School Indonesia sendiri dapat menampung hingga 60 siswa, tetapi para guru masih bisa membuat kelas online sebanyak-banyaknya sesuai kebutuhan. Disinggung mengenai minimnya pengguna terdaftar dari kalangan siswa, Quipper School Indonesia mengatakan bahwa kemungkinan ini karena para guru yang sudah mendaftar belum langsung mengaktifkan akun mereka. Sementara para siswa baru akan mendaftar dan mengaktifkan akunnya, jika para guru terlebih dahulu sudah menggunakan platform ini. Quipper School Indonesia sendiri mengklaim selama ini belum menemui banyak tantangan.

        Hal ini berkat adanya sebagian anggota tim yang berasal dari kalangan guru yang terus memberikan nasihat berharga dan pengetahuan baru mengenai ekosistem pendidikan nasional bagi tim Quipper School Indonesia. Kedepannya, Quipper School Indonesia akan membuat konten untuk SD kelas 3 hingga 4, membuat konten untuk pengguna mobile gadget, serta bekerjasama dengan dinas pendidikan baik tingkat daerah dan tentu saja tingkat nasional. Sejak November 2014, Quipper School sudah memperoleh pendanaan sebesar USD 10 juta (sekitar Rp 120 miliar) yang bersumber dari perusahaan Venture Capital (VC) Atomico (Inggris), Globis (Jepang), 500 Startups (Amerika Serikat), dan Benesse (Jepang). Pegawai Quipper School sendiri berjumlah sekitar 100 orang (tidak termasuk Indonesia) yang tersebar di London, Tokyo, dan Manila (kantor pusat untuk wilayah di Asia).

        Kemudahan menjalankan aplikasi ini adalah salah satu faktor suksesnya perkembangan pengguna Quipper School di Indonesia serta pengaturan bahasa yang tersedia untuk bahasa indonesi sehingga memudahkan bagi para pengguna untuk menjalakannya, dari data statistik di mesin pencari Google, Quipper School memiliki peningkatan yang sangat signifikan, dari grafik mesin pencari ternyata perkembangan Quipper School sangat pesat setiap bulan pencarian tentang Quipper School selalu mengalami peningkatan. Saya bicara fakta bukan opini yang hanya dipikiran semata. Seperti gambar dibawah ini !
        Quipper School

        Dengan sistem pembelajaran e-learning akan memberikan metode belajar yang lebih variatif, .guru juga dituntut untu lebihk mengenal dan menggunakan tekhnologi komputer sebagai sarana untuk belajar-mengajar, menggunakan tekhnologi komputer dalam hal mengajar tidak terbatas pada mata pelajaran TIK saja, tapi metode pembelajaran dengan bantuan komputer dan internet sangat di anjurkan untuk semua mata pelajaran agar pelajaran yang kita sampaikan lebih menarik dan variatif dari segi metode pembelajaran, dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa dan pastinya siswa akan lebih senang belajar bila dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional yang sifatnya monoton, seperti menggunakan metode ceramah.

        Saya jadi teringat masa lalu waktu saya masih sekolah, guru zaman dahulu hanya menggunakan metode ceramah saja, menjelaskan didepan papan tulis sambil mencatat, dulu terkenal dengan metode CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) namun kenyataannya CBSA tidak seperti arti yang sebenarnya, ini pengalaman saya waktu sekolah bukan hanya memponis dengan opini, CBSA paling cocok diartikan sebagai (Catat Buku Sampai Abis), bukan maksud untuk membuat lelucon atau humor semata, memang itu yang saya rasakan waktu masih duduk di bangku SD di era 90-an, kebanyakan para guru hanya memberikan catatan, setelah mencatat di berikan penjelasan yang sifatnya membosankan karena tidak ada variasi dalam penyampaiaan materi 

        Monday, September 7, 2015

        Mengenal Sosok Founder dan Sejarah Terbentuknya Quipper School

        Tantangan Dalam Membangun Platform Edukasi Global


        quipperschoolindonesia: 
         
        Masa, CEO Quipper, bulan Juni lalu berpidato dalam acara COMPUTEX TAIPEI, salah satu konvensi teknologi terbesar di Asia. Masa menyampaikan tentang mengapa beliau mendirikan Quipper, tantangan dalam dunia ed-tech (teknologi pendidikan) dan visi beliau bagi pendidikan di masa yang akan datang.

        Founder Quipper School

         Berikut ini naskah pidato perkenalan yang sudah disampaikan oleh Founder Quipper School dalam acara COMPUTEX TAIPEI !

           
        Selamat siang, perkenalkan saya Masayuki Watanabe. Saya adalah pendiri dan CEO dari perusahaan pendidikan berpusat di London, Quipper. Saya akan terbuka dan terang-terangan kepada Anda hari ini. Saya akan memberitahukan kepada Anda apa saja kesulitan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan, dalam membangun platform pendidikan global.

            Karir saya (Founder Quipper School)


            Pertama-tama, mari kita dahulukan bagian yang membosankan: saya.

         Saya bergabung dengan McKinsey setelah lulus pada tahun 1997. Saya belajar banyak hal di sana, namun keberuntungan terbesar saya adalah saat bertemu dengan seseorang yang sangat brilian, Tomoko Namba - seorang pebisnis yang sangat saya kagumi, sekaligus orang yang membuat saya merasa beruntung karena dapat membentuk hubungan kerja yang kuat dengannya.

            Pada tahun 1999, Namba meninggalkan McKinsey. Begitu pula dengan saya.
         
        Bersama Namba, kami mendirikan perusahaan game sosial, DeNA. Selama 10 tahun bersama DeNA, saya mengawasi banyak proyek dan layanan web, termasuk e-commerce (transaksi komersial melalui internet), lelang online, merger & akuisisi internasional, game dan banyak sektor lainnya — saya rasa lebih banyak dari yang dapat ditangani orang lain. Masa tersebut adalah masa yang paling mengasyikkan dalam hidup saya — masa dimana saya belajar dengan konstan.

        Kepribadian saya (Founder Quipper School)

            Namun masa saya di DeNA hanya setengah dari perjalanan saya. Mungkin kurang dari setengah.
         
        Inspirasi terbesar saya dalam kehidupan, saya dapat dari bepergian (travelling), melebihi pengalaman bisnis saya. Namun apa yang saya pelajari selama perjalanan saya sangat sedikit kaitannya dengan budaya mancanegara, atau sejarah besar planet kita, atau peninggalan kita sebagai manusia — yang saya pelajari lebih bernilai, dan lebih menekan — lebih mendesak — daripada hal-hal lain.

            Saya belajar betapa beruntungnya saya.
         
        Saya sudah mengunjungi lebih dari 30 negara, dan semenjak masa sekolah, saya telah menjadi pengunjung yang sensitif. Saya banyak menghabiskan waktu saya di kamp pengungsi, bahkan pernah juga membantu untuk membangun sekolah-sekolah. Selama menjadi sukarelawan, saya dihadapkan dengan kenyataan sederhana namun menakutkan: jika Anda dilahirkan di negara miskin, kesempatan Anda sangat kecil untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dan tanpa pendidikan utama tersebut, kesempatan Anda akan menurun drastis. Saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana hal tersebut menyebabkan orang-orang berada pada situasi yang semakin menyulitkan.

            Dan itulah titik awal dari Quipper.

            Quipper: Ide

            Idenya sederhana, namun sangat kuat.

         Saya ingin hidup di dunia dimana setiap orang, terlepas dari status ekonomi dan lokasi tempat tinggal, dapat mengakses materi pendidikan dengan kualitas terbaik secara murah — atau bahkan gratis; dunia dimana anak-anak di pelosok Nigeria dapat belajar matematika dari profesor ternama di Inggris Raya; dimana nelayan Uruguay dapat belajar teknologi memancing terbaik dari guru di Cina.

         Di Quipper, kami sering menyebut diri kami sebagai “Distributors of Wisdom (Penyalur Pengetahuan)”. Tujuan kami adalah untuk merevolusi cara orang belajar dan berbagi pengetahuan, dengan memanfaatkan internet mobile.

            Quipper: Awal mula

         
        Saya mendirikan Quipper tahun 2010 di London. Ada 3 kekuatan pendorong yang membuat Quipper tercipta. Pertama, Saya ingin berbuat sesuatu tentang ‘kemiskinan ilmu’ yang muncul karena faktor kemalangan seorang anak karena dilahirkan dari keluarga miskin. Saya sangat terkejut melihat keadaan tersebut dari pengalaman menjadi relawan membantu orang-orang yang kurang beruntung dari saya.
         
        Kedua, saya merasa internet dan pendidikan adalah pasangan yang cocok. Dengan menggunakan internet, kecerdasan seorang guru dapat menyentuh hidup jutaan pelajar, dan biaya marjinalnya mendekati angka nol. Dengan mengumpulkan data pengguna, kami dapat beradaptasi dan menyesuaikan pengalaman belajar. Performa dan hasil belajar dapat diukur secara cepat, dan proses belajar mengajar dapat menjadi lebih kolaboratif, inklusif dan menyenangkan daripada sebelumnya.
         
        Yang terakhir, saya rasa ini waktu yang tepat bagi Quipper. Dengan menurunnya biaya perangkat teknologi dan semakin menyebarnya perangkat berbasis internet — serta bervariasinya pengalaman mengerjakan proyek online — membuat saya merasa bahwa waktu yang sempurna akhirnya tiba. Saya bahkan merasa tersentuh dengan takdir — bahwa saya telah hampir ‘dipilih’ untuk mengerjakan tugas ini. Ketika Anda merasa selalu beruntung dalam hidup, Anda akan mulai memiliki pemikiran-pemikiran seperti ini.
         
        Pastinya, perasaan tersebut tidak berlangsung lama ketika saya menyadari skala tantangan yang kami hadapi. Namun saya akan menjelaskannya nanti!

            Quipper: Platform

         
        Hingga detik ini, platform kami telah digunakan oleh lebih dari 9 juta pelajar, dan mereka telah mengerjakan lebih dari 250 juta soal. Kami telah mengumpulkan dana sebesar lebih dari $10M dari perusahaan pemodal ternama seperti Atomico di London, dan Globis Capital Partners di Tokyo. Sekarang kami memiliki kantor-kantor di London, Tokyo dan Manila, dan berkembang sangat pesat.

            Berikut ini adalah gambaran singkat tampilan platform Quipper.

         
        Seperti yang dapat Anda lihat, platform kami meliputi 3 komponen utama: Creation (Penyusunan), Assessment (Penilaian) dan Learning (Pembelajaran).
         
        Penyusunan: kami bekerja dengan ratusan penerbit pendidikan dan guru-guru terkemuka untuk menciptakan materi pembelajaran dengan kualitas tinggi, serta membuat layanan kami tersedia secara gratis bagi para guru di seluruh dunia.
         
        Penilaian: guru dapat menggunakan materi-materi kami dan menugaskannya ke siswa, sembari mengikuti dan memonitor proses belajar siswa mereka.
         
        Pembelajaran: siswa dapat menerima tugas mereka dimana pun mereka berada, dengan menggunakan perangkat berbasis internet apapun yang mereka miliki.
         
        Seperti yang Anda lihat, seluruh proses ini terjadi secara online, dengan apa yang disebut cloud. Saya akan memberikan sebuah tautan pada layanan kami setelah acara hari ini, sehingga Anda dapat menjelajahi layanan kami secara detail.

            Tantangan

         
        Sekarang setelah Anda mendapatkan gambaran tentang visi dan metode kami, izinkan saya menjelaskan kepada Anda tentang tantangan-tantangan yang tadi saya sebutkan. Pada akhirnya, ada ribuan orang di dunia dengan ide dan visi yang serupa. Industri ed-tech, khususnya, telah melihat banyak visi besar yang berkahir pada kegagalan.
         
        Mengapa bisa begitu? Setelah bekerja di dalam industri ini selama beberapa tahun, saya menemukan bahwa terdapat 2 tantangan utama yang harus diatasi untuk menuju kesuksesan. Yang pertama adalah sikap komparatif dalam industry ed-tech dan profesi mengajar. Yang kedua adalah kesulitan dalam memahami layanan kami dengan benar — menyatukan internet mobile dengan pendidikan, tanpa mengorbankan pengalaman dalam menimba ilmu.

            Dan berikut ini adalah pelajaran yang telah saya dapatkan dalam mencoba mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

            Keseimbangan

         
        Pelajaran pertama adalah: keseimbangan. Sangat penting untuk dapat memiliki keseimbangan antara “layanan web” dan “layanan pendidikan”. Kebanyakan perusahaan ed-tech lain hanya mementingkan pada satu sisi, lalu gagal menciptakan layanan yang benar-benar baik. Perusahaan ed-tech yang berdasarkan pada web hanya berakhir dengan menyediakan apapun yang sedang menjadi tren dalam industri web, tanpa memperhatikan pada dampak akademis yang sebenarnya. Anda perlu berhati-hati pada kata-kata berikut ini — ‘pendidikan yang dikemas seperti game’, ‘pembelajaran adaptif’, ‘edukasi menggunakan big data’.
         
        Tentu saja beberapa kata kunci tersebut merujuk pada inovasi original dan transformatif, namun banyak yang tidak didukung dengan penelitian akademis yang teliti.
         
        Di sisi lain, perusahaan pendidikan tradisional sering gagal untuk memanfaatkan teknologi web, kebanyakan dari mereka hanya mencoba meniru apa yang pernah sukses sebelumnya. Menyeimbangkan teknologi dan tradisi bukanlah hal yang mudah, namun sangat penting.

            Kunci utamanya adalah percobaan

         
        Pelajaran kedua adalah bahwa percobaan merupakan kunci utama. Kami bertanggung jawab 100% atas kualitas layanan kami — semu siswa pengguna kami pun mengandalkannya — namun bukan berarti bahwa kami takut untuk mencoba hal baru jika ada suatu hal yang tidak bekerja dengan baik.
         
        Akan menjadi sangat arogan untuk mengasumsikan bahwa kami dapat memberikan layanan terbaik semenjak hari pertama. Banyak perusahaan gagal dengan visi besar namun keras kepala karena mereka tidak menanggapi perhatian/permasalahan dari para pengguna. Peningkatan dan perbaikan harus dilakukan secara berulang, dan merespons kebutuhan yang diperlukan para pengguna.
         
        Tentu saja kami juga tidak dapat dan tidak seharusnya menjadi terlalu eksperimental dengan pendidikan para siswa, namun untuk memberikan layanan terbaik, kami harus siap untuk beradaptasi ketika data yang masuk mengatakan kami harus melakukan sesuatu.

            Persoalan bukan pada teknologi

         
        Pelajaran terakhir adalah: persoalan bukan pada teknologi. Yang menjadi penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan.
         
        Kita cenderung percaya bahwa teknologi selalu revolusioner dan menyebabkan gangguan, namun esensi dari pendidikan itu sendiri tidak pernah berubah selama bertahun-tahun. Tidak seharusnya kita melebih-lebihkan dampak dari teknologi, atau mencoba untuk memaksa revolusi demi kepentingan revolusi itu sendiri. Kita seharusnya memanfaatkan teknologi untuk menawarkan bahwa apa yang kita tahu sudah cukup baik, dengan cara seefektif mungkin.

            Dalam ed-tech, pendidikan selalu diutamakan.
         
        Tiga hal itulah yang telah saya pelajari mengenai jebakan-jebakan di dalam dunia ed-tech semenjak saya mendirikan Quipper.
         
        Tentunya, masih banyak lagi yang harus dipelajari — dan kurva pembelajaran akan selalu terjal, namun dengan membahas isu-isu ini, saya percaya bahwa kita semakin mendekati pelayanan terbaik yang kita inginkan terutama dalam pengalaman pembelajaran.

         Perkenankan saya mengenalkan Quipper School, produk andalan kami. Saya akan menampilkan videonya terlebih dahulu.

            [VIDEO]

         Saat ini, Quipper School telah digunakan oleh lebih dari puluhan ribu kelas di dunia, tapi kami memberikan fokus lebih kepada negara-negara Asia Tenggara. Saya dapat menjelaskan detail proyek ini dengan lebih spesisik dalam  diskusi panel, namun untuk saat ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya gembira melihat proses yang telah kami lalui dengan Quipper School, serta merasa bahwa kami siap untuk lebih berkembang lagi dan lagi.
         
        Tentu saja tidak mudah untuk mencapai apa yang sudah kami dapatkan sekarang. Dibandingkan dengan sektor-sektor lain yang pernah saya hadapi saat masih di DeNA, sejauh ini pendidikan merupakan semacam kacang yang paling susah untuk dibuka kulitnya!

            Tantangan untuk Quipper School


         Tantangan pertama yang kami hadapi adalah mengenai lokasi. Kami memiliki visi global, namun pendidikan tetap menjadi urusan lokal, dan materi-materi yang digunakan para guru pun bermacam-macam di setiap levelnya, dari nasional hingga daerah, dari sekolah satu dengan sekolah lainnya, bahkan dari guru satu dengan guru lainnya. Bahkan dalam mengajarkan bidang studi yang sama, setiap guru ingin mengajar dengan cara yang berbeda, dan kami perlu mengakomodasi kebutuhan tersebut.
         
        Sikap konservatif menjadi isu lain. Dan sangat sulit untuk mengubah kebiasaan lama. Hal ini biasanya berlaku bagi guru yang sudah sering mengajar menggunakan metodenya sendiri selama bertahun-tahun. Setiap guru adalah pembicara, penceramah, penghibur dan pengajar profesional yang terampil dan berpengalaman, dan mengubah kebiasaan mereka sering memerlukan penanganan dan dukungan yang besar.

         Di atas dari segalanya, kami tidak bisa mengelak dari pertanyaan yang akan diajukan oleh jutaan orang: akankan layanan kami membuat anak-anak menjadi pintar? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan paling dasar bagi siapapun yang berada di dalam industri ed-tech, namun mengejutkannya, merupakan satu pertanyaan yang paling tidak mudah dijawab oleh perusahaan manapun.

         Dengan Quipper School, kami telah berusaha untuk mengatasi dan memecahkan tantangan-tantangan berat tersebut. Dan hasilnya, kami memiliki retention rate (tingkat keberlanjutan) dan viral rate (tingkat penyebaran) yang tinggi. Yang menandakan, begitu para guru mulai menggunakan layanan kami, mereka akan langsung menyukainya, dan bersedia untuk terus menggunakannya dalam waktu yang lama.

         Para guru tersebut juga memiliki koneksi yang luas dan baik, sehingga mereka cenderung saling berbagi ide. Banyak sekali pengguna awal kami yang telah memperkenalkan Quipper School kepada rekan guru mereka, yang selanjutnya menciptakan efek penyebaran. Beberapa dari mereka bahkan ada yang secara sukarela membuat video tutorial dan konten pembelajaran sendiri, para guru ini sangat membantu kami. Bekerja bersama dengan para guru yang sama-sama memiliki semangat untuk merintis sesuatu adalah hal yang paling menyenangkan bagi kami.

         Dan mengenai pertanyaan yang diajukan jutaan orang tadi — apakah Quipper School membuat anak-anak kami menjadi pintar?

         Kami telah bekerja sangat erat dengan Benesse, raksasa pendidikan di Jepang, untuk melihat mana yang dapat digunakan dan mana yang tidak. Dalam proses tersebut, kami telah menyerap banyak data pembelajaran dari pengguna kolektif. Menggunakan penelitian yang tepat, kami banyak belajar mengenai bentuk dari pembelajaran adaptif (yang benar), dan pedidikan yang dikemas dengan game (yang benar) secara langsung.

         Saya selalu mengatakan kepada tim saya bahwa kita mengalami kemajuan dalam pendakian kita ke Gunung Pendidikan, namun perjalanan masih jauh. Perjalanannya pun tidak mudah — dan terkadang menegangkan. Namun yang dapat memberikan semangat kepada kami adalah senyuman para guru dan siswa ketika mereka menggunakan Quipper School. Mereka sangat bersemangat untuk belajar, dan kami di sini untuk menyediakan apa yang mereka inginkan.

            Terima kasih.